Kamis, 22 Agustus 2019

Part 3: Teriakan Penuh Emosi

Satu buah Lagu Guns N' Roses, dibawakan oleh Arka, dalam sebuah festival music di Cijerah Bandung, melengking, menghentak, lalu membuat aksi panggung seperti orang gila, headbang menjingkrak, lalu menyanyi kembali dengan nada yang stabil dan teratur, membuat orang bertepuk tangan dan sebagian menggeleng-gelengkan kepala takjub akan stamina anak muda ini, seperti anak ajaib bahkan skillnya seperti tingkat internasional, Begitupun lagu kedua dengan banyak menggunakan teknik scream, dia berteriak meluapkan emosi dalam nada, lirik makian, yang ditunjukan pada Ayah dan Pelakornya, membuat emosinya semakin menggebu, tapi sekalipun ia tidak pernah kehilangan kontrol pada nadanya, beberapa kamera HP dan dari arah penonton merekam jelas aksinya,  Lagu ketiga dia menyanyi dengan Slow Beat, membuat penonton terheran, karena nafasnya yang panjang dengan nada enak didengar, pesan dalam lagu tersebut bisa disampaikan dengan baik oleh Arka, membuat penonton tepuk tangan.
Arkapun turun dari atas panggung diikuti tepukan tangan penonton, jika menynyi di cafe dia tidak bisa sebebas ini karena menyesuaikan dengan pengunjung, begitupun saat mengamen dia juga harus memilih lagu yang easy listening, tapi mampu membuat orang yang mendengarnya sayang jika harus mengeluarkan recehan, dan berganti dengan kepingan uang yang lebih besar.
Arka duduk di dalam kerumunan kelompok teman-temannya yang sama-sama musisi, salah satu diantara mereka menyodorkan air mineral, dengan senyuman sambil menepuk punggung Arka kemudian.
"Gua,kira tadi lu kesurupan Bro, gila keren banget stamina lo, udah gitu gak ada fals lagi," Ucap Rian
"ya iyalah, Si Arka kan kalau latihan udah kaya orang gila, sampe di sekolahpun masih sempet olah vokal, apalagi kalau guru gak ada, kalau gak bagus sia-sia dong latihannya," Kata Tama
Sekerumun orang disana lalu memperbincangkan Arka, sementara Arka yang menjadi perbincangan mereka, merasa biasa saja, karena sering dapat pujian yang sama, sambil duduk layaknya sultan dan minum dengan rakus karena kelelahan, tetesan air karena terlalu cepat minum mebuat dia terlihat sexy, belum lagi wajah tampan yang dia miliki.
Seorang Provokator di tempat itu muncul, membawa minum-minuman keras dan membagikan pada kumpulan orang disitu tanpa rasa malu, Arkapun menerima satu botol tanpa rasa canggung sambil bilang "terimakasih!", lalu menuangkan kedalam gelas, di cium aroma air memabukan itu seperti yang sedang diminum, sambil melangkah tanpa ada yang curiga seolah berpindah tempat duduk, diapun membuang perlahan air itu ke tanah secara sembunyi-sembunyi, Arka ingat kejadian dulu saat hampir mati dicekoki, dipaksa membuka mulut untuk minum-minuman keras, hanya karena dia dan satu orang temannya ditawari minum tapi menolak dan sedikit mengucapkan kalimat-kalimat petuah yang membuat temannya benci pada kelakuan yang di pandang mereka so suci, Teman yang mendampingi Arka saat itu sampai  pindah sekolah dan pindah keluar kota karena trauma, berbeda dengan Arka yang memiliki mental kuat dan tak  pernah takut, Arka bisa menyembuhkan Traumanya selama sebulan saja.
"Aing geus Moabok... ( Aku sudah mabuk )," Teriak arka dalam bahasa sunda sambil kakinya diatas meja satu lalu menghentak seperti orang pusing.
Diikuti tepukan tangan dari beberapa orang temannya yang sudah mabuk,Bukan Arka namanya kalau tidak suka jailin orang dia sebenarnya tidak kenapa-napa dan 100% sadar.
"Aing jangar, rek balik heula ( Aku pusing mau pulang dulu )," kata Arka sambil pura-pura sempoyongan.
"Rek kamana maneh? can peuting euy, ( mau kemana kamu ini belum larut malam)," Kata salah satu dari mereka
"Neangan Awewe, rek ngajak sare, ( Mau cari cewek mau di ajak tidur),"

Arka melangkah sempoyongan menelusuri gang yang tidak jauh, sambil menahan tawa karena asik bermain sinetron-sinetronan sendiri, saat dia diujung gang yang menghubungkan ke jalan utama, dia hendak membawa motornya yang terparkir di Alfamart, dia sengaja tidak memarkirkan di area festival karena pasti penuh, tiba-tiba Arka kaget karena ada satu orang temannya yang mabuk mengikuti dari belakang sambil sempoyongan asli.
"Yah elah nih orang-orangan sawah ngapain coba ngikutin gua?" gumam Arka
"Arka, tungguan urang milu atuh, hayang sare jeung awewe jiga maneh, ( Arka, tungguin, aku mau ikut mau tidur juga sama cewek sama kaya kamu)," Kata orang mabuk itu.
" Teu jadi, aing rek ka WC rek milu? ( Gak jadi aku mau ke WC , mau ikut ? )" Kata Arka sambil membunyikan suara kentut yang sangat kencang sampai terdengar juga oleh pedagang gorengan yang berada di samping Alfamart, tujuannya supaya orang itu percaya, "barinage Aing mabok parah, bisi maneh cilaka milu na motor jeng aing, ( Lagian aku mabuk berat, nanti kamu celaka kalau semotor sama aku," Arka berkata dengan nada mengusir.

Orang itu lalu pergi kembali ke kelompoknya.
tidak disangka sepasang bola mata jelita memperhatikan dari tadi.

"Tiara ngapain kamu disini malam-malam?" Arka kaget melihat wanita ini selalu ada seperti hantu.
"Kakak Mabuk?" Tiara tidak menjawab dan lebih menghawatirkan Arka karena mendegar percakapan dengan jelas.
"Aku tanya kamu duluan, tau." 
"Habis dari apotek, beli obat buat Ibu."
Arka baru ngeh lokasi Festival dekat dengan lingkungan Tiara tinggal
"Kamu, sendirian? harusnya minta antar sodara cowok, atau ayah kamu, pulang gih cepat!"
"Iya ini juga menuju pulang gak sengaja lihat kakak."
Tiara berjalan melagkahkan kakinya perlahan, memang lokasi rumahnya dekat situ, tapi kalau berjalan kaki saja ya lumayan jauh juga, sepasang mata Arka memperhatikan Tiara, dan menghentikannya
"Tunggu!" Ucap Arka, sambil menarik Tiara ke arah parkiran motor.
"Aku antar saja, jalan sendirian gak baik."
Tiara terdiam menatap motor dengan ragu.
"Kenapa diam, ayo sini, apa karena aku gak bawa mobil lagi kaya dulu, dan kamu gak mau nebeng di motor butut aku?" cerca Arka
"Bukan... bukan gitu, tapi kan Kakak lagi mabuk, gimana kalau aku jatuh?" Tiara memelas. Lalu kembali berkata "Atau, aku aja yang bawa motor, tapi aku baru belajar loh, hehe."
"Aku gak mabuk ko, makannya aku bisa nyeramahin kamu, soalnya aku lagi dalam kesadaran penuh nih, ayo!" Bujuk Arka
Tiara naik dengan ragu-ragu dan merasa lega ternyata Arka Fokus, dan sudah pasti tidak mabuk.
Di depan rumah Tiara, Arka menyuruh Tiara cepat-cepat masuk.
"Kak Arka, makasih yah, Kak Arka nganterin aku berarti kita resmi balikan ya?" kata Tiara PD.
Arka mengembungkan pipi menahan tawa, setelah dia bisa menahannya kembali wajahnya suram
"Mana ada orang nganterin doang di anggap balikan, aneh kamu tuh."
Tiara tidak mempedulikan ucapan Arka, malah tiba-tiba berdiri menjinjit, lalu merangkul Arka yang berbadan tinggi tegap berusaha mencium bibir Arka dan berhasil.


--------

Bersambung 


*Bahasa sunda yang Arka gunakan bahasa sunda kasar, tapi dia hanya melindungi diri kok,  😆😆😆
 























Tidak ada komentar:

Posting Komentar