Seorang gadis melangkahkan kaki, ketempat yang baru saja ia ketahui dari sebuah informasi, sebuah rumah kecil yang harus masuk gang kecil dulu, jika ingin menuju kesitu. Terlihat dia membawa buah tangan dan minuman dengan kemasan menarik, bungkusan yang isinya klapertart dan pastry, serta cup Caramel machiato dibawanya hati-hati
"Oh, ini tempat tinggal Arka yang baru?" gumam Tiara bertanya pada dirinya sendiri.
"Assalamualaikum!" Kata Tiara
"Waalaikum salam!" Nadhira mebukakan pintu sambil tersenyum.
Tiara, diajak duduk oleh Nadhira, setelah basa-basi sebelumnya lalu mulai menyantap hidangan yang dibawa Tiara tanpa ragu, Nadhira terlihat rakus, karena sudah lama tidak menikmati makanan favoritnya, sampai tersadar tiba-tiba bahwa ini pasti untuk Arka, lalu menghentikan santapannya.
"Kak Tiara, makasih loh ini enak," kata Nadhira sambil menghabiskan sisanya dimulut.
"Sama-sama, Arkanya masih belum pulang yah, kemana dia?"
"Akhir-akhir ini kakak jarang dirumah, sampai kadang tidak pulang, menginap dirumah temannya, sampai buat mamah jadi hawatir juga Kak."
Pintu terbuka beberapa saat kemudian, dan masuklah Arka.
"Sedang apa kamu disini, kemarin tidak dengar yah aku bilang putus? pulang saja kamu!"
"tapi kan, aku tidak bilang setuju untuk putus, Kak!"
"Hemmm, keras kepala," Arka melirik kesal dan dingin.
"Oke, tapi kasih tahu aku alasan dengan jelas!" pinta Tiara
Nadhira mulai diam-diam masuk kamar, karena tidak ingin ikut campur, tapi keadaan rumah itu yang terlalu kecil tetap saja terdengar dengan lumayan jelas didalam kamarpun.
Sementara Arka tidak berkata apa-apa dengan raut yang suram
"Bilang dulu alasannya, ini terlalu tiba-tiba, dan bukannya sebelumnya kamu menciumku mesra?"
Arka tetap terdiam.
"Ayo jawab, apa alasannya?" pinta Tiara dengan suara berusaha dilembutkan.
"BOSAN, aku Bosan sama kamu, itu alasannya, sudah pergi saja sana!"
Tiara Tertegun kini dia yang hanya bisa terdiam, ternyata Arka yang selama ini dikaguminya memiliki watak yang jahat, Tiara meneteskan air mata.
"Hadeeehh, udah di bilang alasannya katanya mau pergi, nuggu aku ngusir kamu?"
Tiarapun berlari keluar rumah dan pergi.
Pintu kamar Nadhira terbuka, lalu menghampiri Arka yang berdiri mematung
"Arka Bodoh, kenapa kamu seperti itu sama Tiara, Tiara orang yang baik." Nadhira berkata tapi dengan suara yang lembut, walaupun satu kata Bodoh terlontar pada Arka.
"iya Aku tahu, lebih tahu dari pada kamu."
"Terus kenapa Kakak kasar sama Tiara?"
"Dia itu keras kepala, aku tahu betul, dikasarin aja nempel terus apalagi di baikin."
"Ya berarti dia orang baik, kenapa tidak lanjut hubungan aja, bukannya kakak seminggu lalu bilang ke Aku sangat cinta sama Tiara?"
"Buat apa pacaran, kalau nyusahin cewek, malah bikin malu aja."
Nadhira terdiam, Arkapun sama meghentikan ucapannya dan mengacak-ngacak rambutnya, Nadhira bingung bukannya Arka yang minta putus tapi kenapa malah Arka yang terlihat frustasi
"Udah intinya, kalau Tiara balik lagi kesini, bilang aja supaya sekolah yang benar, belajar yang benar, tidak usah galau kalau lihat Kakak, Kakak paling benci dikasihani orang."
"Kakak, bilang aja sendiri sana, terus sebelum nyuruh orang Sekolah yang benar, Kakak lakuin aja sendiri, udah kelas tiga masih di panggil sama guru, Itu juga rambut habis rajia rapihin dong, madesu banget sih, pulang juga jangan larut-larut mamah marah-marah terus tuh, Nadhira jadi ikutan pusing......................." lanjut berbicara ceramah, tiada henti.
Sementara Arka, pergi berlalu sampai akhirnya suara ocehan Nadhira tidak terdengar dengan sendirinya.
----
Keesokan hari, di sore hari, saat itu libur tengah semester Arka megepak pakaiannya, tidak terlalu banyak cuman beberapa buah untuk seminggu kedepan, dan dimasukan kedalam tas ranselnya, sementara Ibu Arka, belum pulang bekerja, dan Nadhira mengasuh kedua adiknya Vino dan Vina yang masih kecil, setelah sebelumnya Nadhira baru selesai memasak, untuk Arka, dan kedua adiknya, dan juga untuk Ibu yang sebentar lagi pulang bekerja dari toko, walaupun masih siswi SMP kelas 1, Nadhira dengan terpaksa mengurusi dapur walaupun sepulang sekolah, selama beberapa bulan ini. Mengingat Ibunya sibuk bekerja, tentu saja kalau tidak menurut akan kena omel Mamah dan Arka, padahal saat masih tinggal bersama Ayah, Nadhira adalah gadis yang manja,suka Shopping dan suka Kuliner yang mahal bersama taman-temannya, beberapa bulan ini telah merubah hidup Nadhira, yang ditinggal Ayah secara tiba-tiba, bersamaan semua Aset yang Ayah Nadhira miliki, sudah dipersembahkan kepada Pelakor yang terkutuk.
"kakak, mau pergi kemana? kenapa bawa tas?"
"Ke rumah Rafael."
"Ke rumah Rafael."
"mau ngapain, siapa dia?"
"mau main doang."
"jangan bohong, dulu-dulu bilangnya main, ternyata malah kerja di cafe, pasti sekarang juga gitukan, kan udah dilarang mamah kak, kata mamah kakak udah kelas tiga harus fokus sam..."
"berisik bawel, nanti kakak bawain dim sum kesukaan kamu, tapi kamunya jangan bawel, udah terlanjur janji sama Rafael, mungpung libur sekolah, biar banyak duit"
"banyak duit buat apa kak? Mamah udah kerja."
"yah buat sekolah elu lah, sama vina dan vino juga, elu masih bocah sih, gak tahu kalo mamah sering ngeluh gak cukup sama gua."
"Bukannya, Kakak malem suka nyanyi di cafe? kalau siang pulang sekolah ngamen apa gak cukup? lagian tugas kakak sebenarnya belajar bukan cari uang."
"Udah jarang, di cafe gantian sama vokalis lain"
Arka bekerja di cafe menyanyi,awalnya secara sembunyi-sembunyi dari Ibu Lidya, Mamahnya Arka, Arka hanya minta ijin main dirumah teman, karena Arka seorang pria, Ibunya dengan mudah memberi ijin, asal tidak melakukan hal negatif, lagi pula walaupun Ibu Arka melarang sudah pasti Arka tidak akan menurut
"Kuen Mamah mah nyaho-nyaho gus lunas we, tong bere nyaho" Arka orang Sunda asli, jika di translate artinya "Biarkan entar, ibu tahu-tahu bayaran udah lunas, gak usah dikasih tahu"
Selesai makan yang dimasak Nadhira Arka hendak pergi
"kamu tiap hari masak ko rasanya tetap aneh yah, apa gak belajar dari pengalaman, perbaiki kek..., padahal kan cuman sayur"
"maaf kak... aku belum bisa"
"belajar lagi, biar gak nyusahin mamah, terus kalau nyuci baju pas lagi libur jangan punya kamu doang tapi punya mamah, Vino dan Vina, terus dilarang pacaran Oke, faham?"
"Iya. aku mengerti."
"Aku pergi sekarang, ingat bilang sama mamah aku lagi liburan di rumah Nenek di Buah Batu, jangan bahas soal Aku lagi kerja, kalau kamu melanggar aku gak bakalan beliin kamu klapertart, dimsum atau yang lainnya lagi!"
"Kakak kerja apa selama seminggu, jangan jadi penjahat atau kriminal loh yah, nanti di tangkap polisi repot loh, mamah pusing lagi."
"Gak, aku cuman main alat musik tradisional."
"Emang kakak bisa?"
"harus bisa," Ucap Arka penuh keyakinan
Arkapun pergi berlalu, Nadhira tidak tahu Arka bisa main alat musik tradisional, dia hanya tahu gendre yang sering Arka bawakan itu alirannya Rock, Metalcore, Slow Rock, tidak ada hubungannya dengan musik ciri khas sunda itu, Nadhira pun berdoa pada Allah supaya Arka bisa berjuang dengan hal yang belum dia kuasai sepenuhnya. Melihat saat malam ibunya sering sakit dan tetap bekerja membuat niat Arka tidak surut sedikitpun.
Itulah Arka walaupun orang luar memandang dirinya buruk, dan memang dia penampilan urakan, tapi dia sangat perhatian sama Ibu dan adik-adiknya.
****
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar